Anak yang mudah marah atau ngambekan memang dapat sangat menjengkelkan, membuat frustrasi dan dapat mengikis kesabaran kita sebagai orang tuanya.

Menghadapi sifat anak sedang marah kadang cukup memusingkan. Jika anak sedang emosi atau marah biasanya dilampiaskan dengan cara membanting mainan, pintu, menendang meja, mengacaukan segala hal, berteriak-teriak penuh kemarahan, menangis keras, dan melempar sesuatu yang berada di sekitarnya. Atau mungkin Anda pernah mengalaminya, handphone,camera digital, atau barang kesayangan Anda menjadi korban dibanting oleh si kecil ketika marah. Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal dan merasa direpotkan jika anak terlalu sering bertindak marah atau mengamuk.

Ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu: 
1.Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata tidak. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.
2.Ketika seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.

Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan oleh para orang tua tentang bagaimana membantu meredakan emosi anak-anak yang sedang marah, sehingga dengan sendirinya mereka dapat memiliki kemampuan untuk mengendalikan amarahnya:

1.Pelajari hal yang menyebabkan anak marah
Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, apakah dia sedang merasa lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung, menginginkan sesuatu/benda tetapi tidak terpenuhi, atau sebab lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

2.Ketahui siapa yang sedang marah
Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali. Jika anak anda sedang mengambeg, maka sebaiknya anda berkepala dingin, sabar dan menghadapi anak anda dengan lembut. Menasihati anak dengan nada keras tidak akan bermanfaat, malah akan menyakiti hatinya, apalagi pada saat anak/balita anda menangis, nasihat yang anda lontarkan tidak akan didengarnya. Sebaiknya menasihati menunggu waktu yang tepat, saat hati dan pikirannya tenang.

3. Komunikasi yang baik
Kadang sering terjadi komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara orang tua dan anak, sehingga ketika anak ingin menyampaikan sesuatu kepada orang tuanya ia mengalami kesulitan dan bentuk kekesalan hatinya atau ungkapan protes kepada orang tuanya dia tunjukkan dengan cara marah, ngambek, merusak sesuatu, dan lain-lain. Bangunlah komunikasi yang hangat dengan anak-anak kita, jangan membuat jarak dengan mereka, anggaplah anak-anak sebagai sahabat kita begitu pula sebaliknya. Yakinlah, ketika komunikasi dengan anak sudah bisa terjalin dengan baik, maka anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan aspirasinya.

4.Berikan contoh sikap tenang padanya
Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar. Secara tidak langsung perilaku "pemarah" akan terbentuk pada pribadi anak tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi orangtua jangan suka memarahi anak pada, apalagi pada kesalahan-kesalahn kecil yang diperbuat oleh anak-anak.

5. Memeluknya
Kadang kemarahan seorang anak bisa diakibatkan oleh hal yang sangat sepele, seperti kurangnya kasih sayang atau perhatian dari orang tuanya. Ketika anak tumbuh semakin besar atau karena kesibukan kerja yang semakin padat, kedekatan secara fisik dengan orang tuanya bisa berangsur-angsur berkurang, dalam hal ini anak bisa merasa tidak disayangi lagi oleh orang tuanya. Pelukan serta belaian kasih sayang dari orang tuanya sangat mereka harapkan. Oleh karena itu, biasakanlah memeluk mereka atau menciumnya dengan tulus ketika akan berangkat bekerja atau ketika mereka sakit. Cara ini terbukti ampuh untuk menenangkan perasaan mereka.

4. Memberikan larangan yang logis
Anak-anak umumnya belum memiliki keberanian untuk berdebat dengan orang tuanya, bahkan ketika mereka ingin sekali melakukan sesuatu namun orang tua melarangnya. Kata-kata jangan, tidak, tidak boleh dan sebagainya sering kali membuat anak merasa tidak dipercayai atau dibatasi ruang geraknya. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita wajib memberikan alasan yang logis kepada anak kita mengapa kita melarangnya melakukan sesuatu. Bila itu menyangkut hal yang dapat membahayakan dirinya, maka kita wajib menjelaskan resiko-resiko yang dapat terjadi bila dia memaksa untuk melakukannya.

6. Memberikan teladan
Orang tua perlu memberikan teladan kepada anak-anaknya bagaimana cara yang benar mengatasi emosi. Orang tua yang dalam kesehariannya sering marah-marah atau tidak memiliki kemampuan untuk menahan emosi, maka anak-anak mereka dapat terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, bila kita menginginkan anak-anak kita dapat mengendalikan emosi mereka, maka kita harus berusaha menahan diri ketika akan marah atau kita bisa meluapkan kemarahan kita tidak di hadapan anak secara langsung.

7. Tidak gugup dan tetap tenang
Ketika anak kita marah di tempat umum, sebagai orang tua kita tidak boleh gugup dan harus tetap tenang, jangan balik memarahi anak-anak kita secara langsung atau bahkan memukulnya di hadapan orang banyak. Menasihati anak pada saat dia sedang dalam kondisi tenang, akan lebih diserap dan diterima oleh otaknya, sehingga anak akan menurut dan mengerti apa yang disampaikan orangtuanya. Seperti halnya, saat menyelesaikan suatu masalah, ketika menyelesaikannya dengan kepala dingin, tenang, dan menggunakan pikiran jernih, maka masalah akan dapat lebih mudah terlesaikan dengan solusi yang tepat


0 komentar :

Post a comment

 
Top