Terletak di tengah permukiman padat, Candi Sari di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi situs yang jarang dikunjungi oleh wisatawan. Padahal, candi ini memiliki keunikan dan menarik untuk dikunjungi adalah Candi Sari yang terletak di Desa Bendan.

Candi ini jarang dikunjungi salah satunya karena tak jauh dari lokasinya, juga terdapat beberapa candi yang lebih terkenal, antara lain Candi Prambanan, Kalasan, Ratu Boko, maupun Sambisari. Namun, bagi sebagian orang sebenarnya kemegahan dari Candi Sari ini pun tak kalah dengan candi-candi tersebut.

Candi Sari diperkirakan dibangun pada abad ke-8 selama Rakai Panangkaran memerintah . Candi ini dikatakan memiliki hubungan dengan Candi Kalasan sebagaimana tercantum dalam prasasti Kalasan tertanggal 778 Masehi 

Candi Sari memiliki bangunan candi yang berbeda dengan kebanyakan candi-candi lainnya. Candi Sari memiliki tiga bilik atau ruang/kamar bertingkat yang diperkirakan bukan digunakan sebagai tempat pemujaan seperti pada candi lainnya. Diperkirakan bilik atau ruang bertingkat tersebut merupakan tempat tinggal atau asrama bagi para pendeta Budha yang kemungkinan bertugas mengadakan upacara pemujaan di candi Kalasan. Bahan yang digunakan untuk bilik bertingkat ini diperkirakan dari kayu, karena terdapat semacam dudukan dari batu di lantai dua. Ciri khas candi Budha terlihat pada adanya stupa, arca Boddhisatwa, dan relief-relief pada candi ini.

Desain Candi Sari sengaja dibuat bertingkat dengan adanya dinding menonjol yang melintang mengelilingi bagian tengah candi. Sedangkan untuk bagian luarnya tedapat cekungan atau relung-relung yang menempel di bangunan candi. Diperkirakan relung-relung tersebut dulunya dihiasi dengan arca Budha. Kamu akan terkesima ketika melihat dinding luarnya yang dipenuhi dengan pahatan arca dan hiasan yang indah. Sementara itu, di ambang pintu dan jendelanya terdapat sepasang arca laki-laki dan wanita dengan posisi berdiri memegang teratai.

Candi Sari juga memiliki ragam hias yang indah. Di beberapa bagian candi terdapat arca-arca seukuran tubuh manusia. Pada bagian dinding candi yang lain terdapat relief Kinara-kinari, makhluk kayangan berbentuk burung berkepala manusia. Hiasan bersulur dan berbagai motif tumbuhan seperti yang ditemukan di candi Kalasan juga terdapat di candi ini. Sama dengan Candi Kalasan, Candi Sari juga dilapisi dengan bajralepa, lapisan yang berfungsi untuk mempercantik tampilan batuan dan membuat lapisan luar batu menjadi lebih tahan lama.

Kemungkinan Candi Sari dibangun bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan. Ketika ditemukan, candi ini dalam keadaan runtuh dan di pugar kembali oleh arkeolog Belanda dari tahun 1929 – 1930. 


Candi Sari 
Kalasan, Sleman 
Yogyakarta, INDONESIA

Jam Buka  
09.00 – 16.00 WIB

Harga tiket 
Rp. 2000,- /orang dewasa
Rp. 1000,-/ orang anak

0 komentar :

Post a comment

 
Top