Museum merupakan tempat menyimpan berbagai macam benda-benda bersejarah dimasa lampau yang memiliki arti dan makna yang penting. Dan Museum Listrik dan Energi Baru (Museum LEB) yang ada di DKI Jakarta ini merupakan salah satu museum sains penting yang didalamnya menyimpan banyak koleksi berkaitan erat dengan energi dan listrik. Museum ini sangat berpengaruh terhadap dunia penerangan di tanah air karena menyimpan data/ koleksi bersejarah dari masa silam sampai sekarang.


Lokasi bangunan museum ini sendiri berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Bentuk bangunannya mengacu pada konsep arsitektural yang berbentuk tapak menyerupai struktur atom yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk anjungan listrik.

Bangunan tersebut dikelilingi oleh tiga bangunan lainnya yakni Anjungan Energi Baru, Anjungan Energi Fosil dan terakhri Anjungan Energi Konvensional. Melihat bangunan-bangunan yang ada kemungkinan besar Anda akan merasa takjub dan kagum.


Keberadaan museum ini sendiri memiliki fungsi ganda yakni sebagai wahana rekreasi dan juga pendidikan. Keduanya diupayakan untuk bisa dijalankan secara maksimal oleh Museum Listrik dan Energi Baru ini.

Museum ini diberikan peranan sebagai media untuk menyampaikan berbagai informasi terkait dengan teknologi kelistrikan dan energi kepada khalayak luas, khususnya mereka yang mengunjungi museum ini. Adapun terkait informasi tersebut menyangkut sejarak perkembangan teknologi, aplikasi energi di negeri ini dari masa ke masanya, sampai kepada inovasi energi yang telah dilakukan.

Tata pameran yang ada di museum ini memungkinkan setiap pengunjungnya untuk mengenal secara mendalam berbagai aspek kelistrikan dengan alur yang sangat jelas dan runut. Kesemuanya juag disajikan secara atraktif dan informative dengan bantuan teknologi komputer (audiovisual).
Intinya ada banyak manfaat terkait dengan informasi soal energi dan kelistrikan nasional bagi siapapun yang berkunjung ke Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Didalamnya terdapat sekitar 619 alat peraga yang dipamerkan baik didalam maupun diluar gedung museum. Ruang pameran didalam gedungnya sendiri meliputi teori energi, sejarah, pengenalan energi, sampai pada pemanfaatan energi bagi kehidupan manusia.

Adapun aneka alat peragaan yang menarik dan informatif patut dicoba untuk dijalankan semisal kompor surya, harpa ajaib atau sepeda. Bagi Anda yang membawa serta anak-anak maka tempat ini menjadi lokasi yang ideal untuk memberikan pembelajaran tentang energi dan kelistrikan.


Kemudian didalam Ruang Cerdas Energi setiap pengunjung yang datang akan diajak untuk berinteraksi dengan berbagai alat peraga untuk lebih memahami gejala yang berasal dari energi dan listrik.

Untuk pamerannya sendiri meliputi sebagai berikut: Simulasi Konsumsi Listrik di Rumah Tangga, Konversi Energi Listrik Menjadi Panas, Diorama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi, Plasma Ball, Permainan Magnet, Harpa Ajaib, Permainan Adu Cepat serta adanya Komputer Interaktif dan Game tentang energi yang sangat bermanfaat untuk menguji ketangkasan dan daya ingat peserta.

Kemudian selain adanya peragaan didalam gedung, museum ini juga menyajikan peragaan diluar gedung yang meliputi Kompor Tenaga Surya Serba Guna yang difungsikan sebagai alat memasak yang juga sebagai antenna parabola yang dapat menerima sampai 150 saluran televisi.

Selain itu ada juga Rumah Energi Baru yang mampu mengubah energi matahari dan juga angin menjadi energi listrik serta Mobil Tenaga Surya yang lebih irit karena menggunakan kekuatan surya atau matahari.

Tak hanya menampilkan beragam koleksi saja, Museum Listrik dan Energi Baru juga ternyaat memiliki ruangan yang biasanya difungsikan untuk tempat menggelar berbagai seminar dengan perangkat multimedia yang lengkap.



Gagasan Awal

Adapun yang menjadi gagasan awal pembangunan Museum Listrik dan Energi Baru ini pertama kali disampaikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi Ginanjar Kartasasmita pada Oktober 1990. Tak lama berselang, pembangunannyapun kemudian mulai dilakukan pada tahun 1992 dan diresmikan tiga tahun kemudian pada tahun 1995 silam.

Peresmiannya sendiri langsung dilakukan oleh Presiden Soeharto yang masih menjabat kala itu. Bangunan gedung museum ini mengacu pada tema energi dan listrik yakni proton dan elektron.


Koleksi Museum Luar Gedung
Berikut merupakan koleksi luar gedung yang dimiliki oleh Museum Listrik dan Energi Baru:
– Kompor tenaga surya serba guna
– Ruang cerdas energi
– Ruang cerdas listrik
– Konservasi energi
– Pengenalan energi introduksi
– Peragaan puncak reaktor nuklir
– Teknologi pembangkit listrik
– Sejarah ketenagalistrikan Indonesia
– Konsumsi dan distribusi listrik
– Energi primer
– Pemanfaatan energi fosil
– Sejarah terbentuknya energi fosil

Sarana ruang publik yang ada di museum ini:
– Ruangan auditorium
– Wisma Museum LEB
– Taman bermain
– Selasar anjungan LEB
– Teater mini
– Musholla


Museum Listrik dan Energi Baru
Jl. Raya Taman Mini No. 1
Telp. (021) 8413451/54
Fax. (021) 8413451
Email : museumlistrik@yahoo.com

Jam Operasional : 
Selasa – Minggu 08.00 – 16.00


Tiket : Tiket: Rp 10.000/ orang

0 komentar :

Post a comment

 
Top