Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)memamerkan keragaman budaya dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Salah satu provinsi yang merupakan bagian dari wahana Anjungan Daerah tersebut adalah provinsi Sumatera Utara.

Sumatera Utara sendiri terletak di pulau Sumatera dengan Medan sebagai ibukotanya. Terdapat banyak sekali suku yang tersebar di provinsi ini seperti: suku Melayu, suku Batak Karo, suku Batak Toba, suku Batak Mandailing, suku Batak Angkola, suku Batak Simalungun, suku Batak Pakpak, suku Nias, suku Minangkabau, suku Aceh, suku Jawa, dan suku Tionghoa.

Anjungan Sumatera Utara menampilkan kebudayaan-kebudayaan khas provinsinya yang dapat kita temui di daerah asalnya. Anda dapat menemukan bangunan-bangunan rumah adat yang berasal dari berbagai suku di Sumatera Utara beserta dengan sejarah dan filosofi dibalik bentuk dan isi rumah adat tersebut. Anda juga dapat menemukan sejumlah benda-benda kerajinan tangan khas Sumatera Utara, kain tenunan yang lebih sering dikenal dengan nama Ulos, senjata tradisional, alat musik tradisional dan beberapa foto-foto objek wisata yang dapat kita temukan di Sumatera Utara. Selain itu, pengunjung juga dapat menonton pertunjukan dan penampilan dari berbagai aspek kesenian khas Sumatera Utara.

Pengunjung dapat menemui 4 rumah adat dari suku-suku yang berbeda di Sumatera Utara dan rumah-rumah tersebut adalah rumah adat Batak Toba, rumah adat Nias, rumah adat Batak Karo dan rumah adat Batak Simalungun. Masing-masing dari rumah-rumah adat tersebut memiliki ke-khas-an tersendiri yang diperlihatkan di anjungan provinsi ini, yaitu:


Rumah adat Batak Toba: memiliki warna khas yaitu merah, putih dan hitam. Anda dapat menemukan Gajah Dompak yang diletakkan di setiap sisi rumah adat tersebut yang dipercaya untuk menolak bala. Selain itu, anda juga dapat menemukan cerita mengenai kegiatan sehari-hari masyarakat tradisional Sumatera Utara yang tercantum di setiap jendela sekeliling rumah adat tersebut 


Rumah adat Batak Simalungun: memiliki konstruksi bangunan yang mirip dengan rumah adat Batak Toba yang membedakan adalah bagian kaki bangunan dan susunan kayu yang bulat serta bentuk atap yang menyerupai kepala kerbau dengan tanduknya

Rumah adat Nias: berukuran kecil dan berbentuk seperti perahu, memiliki dua ruangan yang terbagi menjadi ruangan untuk bermusyawarah dan kamar tidur anak lelaki sedangkan ruangan yang berikutnya menjadi ruangan untuk keluarga, makan, dapur dan kamar tidur anak perempuan

Rumah adat Batak Karo: atapnya bertingkat tiga dan berbentuk segitiga dikarenakan adanya ikatan tiga kelompok keluarga dan disetiap puncak atapnya tertancap kepala kerbau yang dipercaya sebagai pembawa kesejahteraan bagi penghuni rumah tersebut. Anda juga dapat menemukan Cicak di dalam rumah tersebut yang dipercaya untuk menolak bala. 


Pertunjukan seni tradisional Sumatera Utara dapat dinikmati pengunjung di rumah adat Melayu yang berada di anjungan ini. Penampilan yang dapat anda nikmati antara lain festival lagu Batak dan Melayu beserta tarian-tariannya, upacara-upacara adat, pertunjukan si Gale-gale (patung kayu yang bisa menari) dan atraksi lompat batu.




Sumber :

0 komentar :

Post a comment

 
Top