Museum Monjali (monumen Jogja kembali) yang berada tepat di samping ringroad Yogyakarta adalah tempat bersejarah yang mengingatkan pertempuran sengit melawan penjajah di kota ini pada zaman kemerdekaan dahulu. Pembangunan museum yang berbentuk kerucut ini dilakukan pada tahun 1985, yang peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono.

Rute menuju obyek wisata Jogja yang bertema sejarah ini cukup mudah. Jika anda berada di ringroad arah menuju bandara, maka Monjali berada di sebelah kiri. Bangunan berlantai tiga dengan ketinggian sekitar 31,8 meter dan berwarna putih terlihat sangat kontras dan mudah dikenali. Bentuk yang kerucut dipilih sebagai perlambang sebuah gunung yang identik dengan kesuburan.

Monumen Jogja Kembali dibangun untuk memperingati Serangan Umum 1 Maret. Waktu itu, 1 Maret 1949, Agresi Militer Belanda II sedang berlangsung. Pasukan Belanda sudah satu bulan lamanya disebar di pos-pos kecil sehingga terpencar dan melemah. Tentara Nasional Indonesia, di bawah komando Letkol Soeharto, sukses menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam setelah memaksa mundur pasukan Belanda. Lalu, pada pukul 12.00 tepat, sesuai dengan rencana, pasukan TNI menarik diri dari pusat kota tepat pada saat bantuan Belanda mulai datang.

Keberadaan monument ini sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap para pejuang yang merebut kembali Yogyakarta dari tangan penjajah yang berujung pada penarikan tentara Belanda pada 29 Juni 1949 serta sebagi pengingat sejarah kembali Presiden Soekarno dan wakilnya Mohhamad Hatta dan petinggi Negara lainnya ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949.


Monumen ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama berisi musium, perpustakaan, auditorium dan kafetaria. Lantai 2 terdapat 10 diorama menggambarkan garis besar perjuangan Yogyakarta untuk mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda mulai dari Desember 1948 hingga Juli 1949.



Di sepanjang sisi tangga terdapat 40 relief yang menggambarkan sejarah orang-orang Indonesia berjuang melawan penjajahan Belanda pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga mendapat pengakuan internasional sebagai Republik pada tanggal 27 Desember 1949. Tulisan pada lantai ini adalah tulisan tentang bendera nasional Merah Putih.

Pada sisi luar bangunan ini terdapat halaman yang luas untuk panggung pertunjukan atau acara-acara tertentu, serta dinding bertuliskan lebih dari 400 nama pahlawan Indonesia. Lokasi Monumen Yogya Kembali dekat dengan jalan menuju candi Borobudur.





Monumen Jogja Kembali Yogyakarta
Jl. Lingkar Utara, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, 
Sleman Yogyakarta
 INDONESIA 55581
No Telepon : +62-274-868225, 868239

Tiket Masuk
Rp. 10.000/orang

Jam Buka :
Selasa – Minggu pada jam 08.00- 16.00 WIB 

0 komentar :

Post a comment

 
Top