Hukuman mungkin 'memberitahu' seorang anak agar tidak melakukan lagi tindakannya, tetapi hukuman tidak mampu mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan sebagai gantinya. Mari bersikap jujur, Anda sudah mencoba setiap bentuk hukuman yang bisa Anda pikirkan untuk mengubah perilaku anak, dan, sejauh ini, seberapa efektif hukuman Anda bekerja? 

Hukuman tidak mengajarkan anak apa alternatif yang lebih baik dan tepat daripada tindakan yang ia lakukan sebelumnya. Padahal, setiap anak melakukan kesalahan, Anda sebagai orang tua harus memberikan informasi dan umpan balik tentang apa yang harus dilakukan oleh anak, bukan hanya apa yang tidak boleh dilakukan. 

Merangkum dari situs Family Education, ada beberapa aturan untuk menerapkan hukuman agar efektif untuk anak, yaitu:


  • Didahului oleh peringatan dari orang tua, misalnya: “Nak, jangan memukul. Ibu akan menghukum adik kalau tidak berhenti memukul Bunda”.
  • Memiliki awal dan akhir. Tetapkan waktu misalnya 5 menit duduk di kamar tidurnya, dan tidak boleh keluar kamar.  
  • Terapkan hukuman segera setelah anak mengabaikan 3 kali peringatan dari Anda. 
  • Hukuman tidak terus meningkat dari segi intensitas atau durasi apabila anak melakukan pelanggaran lain. 
  • Dilaksanakan di mana pun anak Anda berperilaku negatif.  Jangan menunda menghukum anak setelah di rumah. 
  • Sampaikan fakta-fakta yang ada kenapa ia dihukum
  • Hukuman dikenakan setiap kali anak mengulangi kesalahan yang sama. 
  • Terakhir, setelah hukuman selesai (5 menit), minta anak mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Lalu peluk anak. 

Ada kalanya, anak yang berulah karena memiliki energi yang berlebihan. Menurut situs Wikihow, ketika anak mulai berulah misalnya melompat-lompat di atas kursi sofa, sebelum Anda menghukum cobalah untuk mengalihkan perhatian anak. 

Anda bisa menyarankan anak untuk pergi ke taman dan melompat di trampolin atau melompat-lompat dengan mainan lompat tali. Anda bisa mengurangi kemungkinan anak untuk beralih fokus kepada ulah negatif menjadi lebih positif dengan cara-cara mengasuh yang lebih kreatif.


0 komentar :

Post a comment

 
Top