Membesarkan anak bukanlah pekerjaan mudah, seperti anggapan orang selama ini. Ada berbagai hal yang bisa membuat ibu stres karena terlalu khawatir. Mulai dari masalah makanan, bermain hingga pengaruh dunia luar terhadap anak.

Dari berbagai masalah tersebut, eHow merangkum enam hal yang paling sering membuat ibu khawatir:

1. Makan Tidak Habis
Nasihat paling umum yang paling sering didengar saat makan adalah, harus dihabiskan. Nasihat itu seperti sudah mendarah daging, hingga kini pun masih banyak orangtua yang menerapkannya. Sehingga ketika anak makan tidak habis, ibu akan stres karena takut anaknya kelaparan atau kurang gizi. Selama anak tumbuh dengan sehat dan tidak punya masalah makan atau berat badan, ibu sebaiknya tidak usah terlalu khawatir. Biarkan anak yang mengatur sendiri seberapa banyak dia ingin makan. Camkan saja kalau anak tidak lapar, dia tidak akan kelaparan sepanjang malam.

2. Tidak Mau Bergaul
Di masa pertumbuhan, cukup banyak anak-anak balita yang kesulitan untuk bergaul dengan teman-teman barunya. Pada masa-masa itu, biasanya ibu jadi aktif mendorong anak untuk bermain dengan temannya. Ketika ternyata anak tidak juga mau bergaul, ibu pun mulai stres. Padahal sebenarnya ibu tidak perlu khawatir, pada masanya nanti anak pasti akan berteman. Mereka akan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Jadi ibu tidak perlu terlalu berlebihan mendorong atau mengajak anak bertemu orang baru dengan harapan anak bisa diterima oleh teman-temannya.

3. Tidak Menonjol di Sekolah
Jangan menyerah atau langsung stres kalau anak Anda kurang menonjol di sekolah, di semester pertamanya. Tentunya anak masih butuh penyesuaian dengan lingkungan barunya. Guru-guru juga belum memiliki informasi yang cukup soal anak Anda, sehingga belum tahu kualitas dari anak. Jika memang nilai anak di bawah standar, tanyakan pada gurunya, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak belajar di rumah. Tapi jangan terlalu membesar-besarkan masalah tersebut ke anak dan sebaiknya lanjutkan hidup seperti biasanya.

4. Bermain Kotor-kotoran
Banyak orangtua yang khawatir saat anaknya bermain kotor-kotoran. Kekhawatiran itu biasanya karena takut anak terkena virus dan kuman sehingga jatuh sakit. Alhasil ibu pun melarang anak-anaknya melakukan kegiatan tersebut. Padahal anak justru bisa mudah sakit jika lingkungannya terlalu bersih. Hal itu karena ketika sistem imunitas anak hanya memiliki sedikit kemampuan untuk melawan, ini bisa menyebabkan mereka alergi. Cobalah untuk lebih longgar dalam menerapkan aturan dan jangan terlalu terobsesi pada kebersihan.

5. Bicara Kasar
Ada banyak sumber yang bisa membuat anak mengenal kata-kata kasar. Meskipun Anda sebagai orangtua sudah berusaha untuk tidak mengucapkan kata-kata tersebut, pihak ketiga bisa menjadi penyebabnya. Sebaiknya Anda tidak terlalu emosional ketika kata-kata kasar keluar dari bibir anak. Ketika hal itu terjadi, ingatkan anak dengan baik bahwa kata-kata tersebut sebenarnya tidak sopan. Marah-marah dan stres tanpa menjelaskan kenapa anak tidak boleh mengucapkan kata tersebut, hanya akan membuat anak semakin penasaran.

6. Mengenal Pembicaraan Dewasa
Sama seperti kata-kata kasar, kecanggihan teknologi dan pergaulan juga bisa menjadi penyebab anak dewasa sebelum waktunya. Sebagai orangtua, Anda sebaiknya jangan terlalu panik saat anak mulai mengetahui kata-kata yang seharusnya belum ia kenal. Segera ajak dia bicara dan jelaskan dengan baik apa arti kata tersebut, sesuai usianya. Kalau Anda menutup-nutupi, anak justru semakin tertarik dan memilih mencari tahu sendiri, sementara informasi yang didapatkannya belum tentu benar.


Sumber : Walipop.com

0 komentar :

Post a comment

 
Top