Kekerasan seksual pada anak tidak boleh dibiarkan. Di era modern dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini,  membuat kekerasan seksual pada anak semakin merajalela. Tindakan-tindakan yang termasuk kategori kekerasan seksual adalah semua yang mengarah ke tindakan seksual seperti meraba tubuh, menyentuh alat vital, memaksa anak menonton video porno, dan sebagainya.

Maraknya kasus kekerasan seksual membuat sebagian orangtua khawatir akan pergaulan anaknya di luar. Agar anak terhindar dari kekerasan seksual, sebaiknya lakukan langkah preventif dengan cara mengajarkan anak tentang pendidikan seks sedari dini. 

Orangtua sudah mulai bisa memberikan pendidikan seks sejak anak berusia 2-3 tahun, yaitu sejak anak mulai menyadari adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Sex education diberikan berdasarkan usia dan tingkat pemahaman anak. 

Sejak masih kecil, anak perlu diajarkan tentang alat kelaminnya. Ajarkan bahwa alat kelamin adalah 'barang berharga' kepunyaannya yang perlu dijaga. Berikan pemahaman bahwa alat kelaminnya harus ditutupi dan tidak boleh dipegang oleh siapa pun, kecuali orangtua atau pengasuhnya. Itu pun hanya ketika mandi atau membersihkan diri dan tidak bisa dilakukan sembarang waktu.

Saat anak memasuki usia praremaja, orangtua sudah mulai bisa memberikan pendidikan seks lebih lanjut, yaitu menjelaskan tentang seks sebagai cara orang dewasa mengungkapkan kasih sayang. Jelaskan hal ini di waktu santai, misalnya saat Anda dan anak sedang menonton film yang ada adegan ciumannya serta jangan menunggu sampai anak bertanya segala hal yang berkaitan dengan seks. 

Anda dapat menanamkan kesadaran kepada si kecil untuk menghargai diri sendiri sejak dini. Hal itu akan berdampak pada perkembangannya nanti, anak bisa lebih bersikap asertif menjaga dirinya. Jangan ajak anak Anda bercanda terlalu berlebihan, misalnya menjadikan dirinya sebagai objek 'tertawaan'. 

Menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak juga merupakan hal penting untuk mencegah kekerasan seksual. Posisikan diri Anda sebagai sahabat yang bisa diajak bicara tentang apa saja oleh anak-anak. Ini penting agar anak tidak bersikap introvert kepada orangtuanya sendiri.

Sumber : Melinda Hospital

0 komentar :

Post a comment

 
Top