13. Enggrang
Enggrang adalah salah satu jenis kesenian dan akhirnya menjadi permainan tradisional Indonesia yang mendapat pengaruh dari budaya China.

Enggrang yang mulai berkembang tahun 1960-an di Kabupaten Karawang Jawa Barat ini dikenal sebagai suatu pertunjukan yang diiringi berbagai alat musik tradisional Jawa Barat. Namun, lama-lama berkembang menjadi permainan tradisional. Enggrang terbuat dari 2 buah bambu yang tingginya mencapai 2-3 meter. Sayangnya, saat ini enggrang sudah sangat jarang dimainkan, padahal dulu sempat dilombakan.

14. Hom Pim Pah
Hompimpa atau hompimpah adalah sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Secara bersama-sama, peserta mengucapkan kata hom-pim-pa. Ketika mengucapkan suku kata terakhir (pa), masing-masing peserta memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. Dalam budaya Betawi, hompimpa dilakukan dengan lagu berlirik "Hompimpa alaium gambreng. Mpok Ipah pakai baju rombeng". Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Ketika peserta lainnya sudah menang, peserta yang kalah ditentukan oleh dua peserta yang tersisa dengan melakukan suten.

15. Suwit / Suten
Suten (sut) atau populer sebagai suit (suwit) dan pingsut adalah cara mengundi untuk dua orang dengan cara mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang. Dalam permainan anak-anak, pemenang sut dapat lebih dulu bermain atau terbebas dari menjaga. Sebagai pengganti undian, suten dipakai untuk menentukan siapa yang memperoleh sesuatu, atau siapa yang lebih dulu dapat memulai sesuatu.

Peraturan
Jari yang dipergunakan dalam sut adalah ibu jari yang diumpamakan sebagai gajah, jari telunjuk yang diumpamakan sebagai manusia, dan jari kelingking yang diumpamakan sebagai semut. Dua orang yang bersuten secara serentak mengacungkan jari yang dipilihnya. Hasil seri terjadi bila kedua belah pihak yang bersuten mengacungkan jari yang berkekuatan sama, misalnya: kelingking melawan kelingking. Bila terjadi seri, suten diulang hingga ada pihak yang menang.
- Ibu Jari / Jempol melambangkan Gajah
- Kelingking melambangkan Semut
- Telunjuk melambangkan Orang

Aturan Mainnya adalah :
- Ibu Jari / Gajah versus Telunjuk / Orang : pemenang adalah Ibu Jari / Gajah.
- Telunjuk / Orang versus Kelingking / Semut : pemenang adalah Telunjuk / Orang.
- Kelingking / Semut versus Ibu Jari / Gajah : pemenang adalah Kelingking / Semut.

Hingga kini tidak diketahui mengapa aturannya seperti itu. Mungkin diasumsikan bahwa gajah pasti menang lawan orang karena badannya besar, tapi jika gajah lawan semut biasanya kalah seperti yang ada di film kartun TV. Sedangkan orang/manusia pasti menang lawan semut karena tinggak tekan dengan jari juga pasti mati.

0 komentar :

Post a comment

 
Top