Internet saat ini sudah sedemikian pesat perkembangannya. Lalu bagaimana dengan 10 tahun mendatang, apakah dengan berbagai kemudahan yang ditawarkannya internet dapat membuat otak kita tumpul?

Sebuah riset bertajuk ‘The Future of the Internet in 2020′ coba menjawab pertanyaan besar tersebut.

Riset ini digalang oleh lembaga analis Pew Internet & American Life Project dan Imagining the Internet Center dari Elon University dengan menyebar pertanyaan kepada 895 orang para pemangku kepentingan di bidang teknologi informasi.

Intinya, para ahli dan kritikus tersebut dimintai pendapatnya mengenai bagaimana ekspektasi mereka terhadap dunia internet dalam 10 tahun ke depan.

Satu pertanyaan menarik yang disodorkan adalah ‘Apakah internet akan membuat masyarakat bodoh karena begitu mudahnya akses yang diberikan mesin pencari seperti Google dalam memberikan informasi, sehingga orang-orang tidak lagi tertempa dalam berjuang mencari informasi?’.

Pertanyaan ini sekaligus untuk menjawab sebuah tulisan bertajuk ‘Apakah Google akan Membuat Kita Bodoh?’ yang dibuat Nicholas Carr pada 2008 lalu.

Hasilnya, riset ini menyimpulkan bahwa sebanyak 76% responden tidak setuju dengan vonis bersalah yang diberikan terhadap Google tersebut.

Sebab menurut mereka, internet memberi banyak pilihan informasi sehingga memperkaya pengetahuan orang-orang. Carr dianggap bersalah karena Google tidak membuat orang bodoh.

Sementara 21% lainnya berpendapat sebaliknya. Kalangan ini percaya bahwa internet tidak meningkatkan kecerdasan pengguna. Bahkan berpotensi menurunkan IQ pengguna yang terlalu bergantung kepadanya.

Sandra Kelly, Manager lembaga analis pasar 3M Corp mengatakan, dia tidak berpikir bahwa IQ orang dewasa dapat terpengaruh dengan banyaknya membaca sesuatu.

Namun menurutnya, orang pintar akan menggunakan internet untuk sesuatu yang pintar, sedangkan orang bodoh akan memanfaatkan internet untuk sesuatu yang bodoh.

Menurut Anda?


Sumber : msnbc.msn.com

0 komentar :

Post a comment

 
Top